Friday, March 8, 2013

Linux & Android


Finlandia 1992, seorang mahasiswa dari Helsinki, Linus Bennedict Torvalds, menciptakan sistem operasi linux. Dia dengan sengaja untuk membuat sistem operasi yang mirip MINIX, sistem operasi yang diberikan oleh dosen pengajarnya,  dan membagi-bagikannya secara gratis berserta source code-nya di internet. MINIX sendiri dikembangkan oleh Andrew S. Tanenbaum(ast), seorang Professor yang lulusan M.I.T..


Berbeda dengan anggapan kebanyakan orang, linux sendiri sebenarnya adalah ‘inti’ dari sistem operasi, atau biasa disebut dengan ‘kernel’, jadi istilah ‘Sistem Operasi’ untuk term ‘Linux’ sebenarnya kurang tepat.

Di awal perkembangannya, AST sendiri menentang linux, karena beliau menganggap desain kernel linux sudah kuno yaitu ‘monolitik’, seperti UNIX yang dikembangkan pada tahun 1970. AST menganggap MINIX jauh lebih baik ketimbang linux, karena MINIX menggunakan kernel bertipe ‘mikrokernel’, yang dianggapnya lebih banyak digunakan di masa depan.

Richard Stallman, pendiri GNU project. GNU project bertujuan untuk membuat sistem operasi bebas(opensource) mirip UNIX, tapi bukan UNIX (*GNU=GNU Not UNIX). Ketika kernel linux dikembangkan, GNU project ini sudah hampir lengkap untuk membuat sistem operasi tersebut, hanya saja tinggal bagian kernel yang belum ada. Karena Linus Torvalds memang membuat linux untuk dibagi, akhirnya Linux diberikan lisensi GNU/GPL(General Public License).

Kini perkembangan linux sudah sangat pesat, sudah ribuan paket sistem operasi yang dibundling bersama kernel linux, ini disebut ‘distro’. Distro ini yang seperti kita kenal sekarang, semisal : RedHat, Ubuntu, Debian, dan lain-lain. Dan kebanyakan orang menyebut distro ini dengan sebutan ‘Linux’, sebenarnya hal tersebut kurang tepat, karena terlepas dari Linux, distro-distro ini mengambilkan software dari GNU project, sehingga sebutan ‘GNU/Linux’ lebih tepat.

Android, sistem operasi yang meledak di pasaran saat ini. Berawal di tahun 2004 ketika Google membeli Android Inc. Google ingin membuat sistem operasi mobile yang bisa digunakan di banyak device yang berbeda, bersama OHA(Open Handset Alliance). 

Android menggunakan kernel linux sebagai inti sistem operasinya, dengan mengutamakan stabilitas dan ketersediaan driver, yang sejatinya linux sebagai kernel monolitik menyediakan semua yang dibutuhkan untuk menjalankan seluruh sistem, pertimbangan lainnya adalah perkembangan kernel linux cukup cepat. Di atas kernel, terdapat dalvik-runtime yang menjalankan berbagai aplikasi android di atasnya.

Android sekarang kebanyakan dikembangkan melaui komunitas, mulai dari device murah meriah sekelas Samsung Galaxy Young hingga Samsung Galaxy SIII. Semua bekerja bersama untuk mengembangkan device mereka, beberapa komunitas Android terbesar di dunia adalah XDA-Developers, Motafoca Android Development, dan Cyanogenmod Team.

@alfiyansys
#AndroidEEPIS #JRCIV

2 comments:

  1. saya mahasiswa dari Jurusan Informatika
    Artikel yang sangat menarik, bisa buat referensi ini ..
    terimakasih ya infonya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wih, ada mahasiswa UI, sama2 bro, semoga bermanfaat :)

      Delete